Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts

Joker Coffee Tempat Nongkrong yang Asik di Jepara

Joker Coffee

Joker Tempat Nongkrong Asik di Jepara

   Kalau teman-teman di Jepara atau disekitar Jepara atau yang kebetulan berada di sekitar Jepara bolehlah mampir ke warkop milik pak Joko alias pak Joker ini. Joker ini adalah cafe dengan tema yang sangat unik, dihiasi barang-barang antik milik pak Joker sendiri. Pengunjung dapat menikmati kopi pun tidak duduk di kursi melainkan di gazebo atau rumah-rumahan panggung, yang menambah kenikmatan dalam menyeruput kopi. Di Joker juga menyediakan layanan wi-fi, tinggal tanya pada tukang kopinya, pasti diberi tahu jangan khawatir, jadi jika ke sini teman-teman tidak hanya bisa ngopi-ngopi saja tapi juga bisa sambil online, atau sekedar mengerjakan tugas seperti yang biasa saya lakukan.
   Joker juga menyewakan berbagai macam peralatan outdoor untuk teman-teman yang mau mendaki tapi nggak punya alatnya Joker siap membant, atau teman-teman yang sedang dalam perjalanan ke Karimun juga bisa transit di sini dulu sambil ngopi, banyak orang yang tau banyak soal Karimun kalau di Joker.
   Di Joker tersedia banyak variasi menu kopi, antara lain kopi Bali, Temanggung, kopi tempur asli Jepara, dan yang paling khas dari Joker Coffee adalah kopi oblonya, tidak akan saya ceritakan bagaimana rasanya yang pasti sangat membekas, dan masih banyak kopi-kopi lainnya. Dan bagi yang tidak suka kopi Joker juga punya minuman lain seperti jus, teh, atau coklat, susu juga ada. Dan untuk makanannya ada nasi bungkus kiriman Bu Jum yang sangat istimewa ditemani dengan sate jengkol yang tidakkalah istimewa, dan ada juga makanan-makanan ringan lainnya.
   Joker buka dari jam 5 sore sampai jam 1 malam, jadi yang ingin menghbikan malamnya agar tidak sepi bisa kesini, lebih seru jika rame-rame, disini orangnya juga ramah-ramah jangan khawatir. Sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat terima kasih.

Pendakian ke Merapi

Pendakian ke Merapi

Pendakian ke Merapi

   Berbeda dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya yang berasal dari obrolan dengan teman-teman, baca-baca buku dan dari internet, untuk pyang satu ini merupakan pengalaman pribadi saya.
   Sekitar Bulan Desember tahun 2016 saya dan teman saya mendapat tugas PKL seperti kebanyakan anak SMK lainnya, kebetulan saya ditempatkan di Jogja bersama 4 teman, tapi ditempatkan di 2 perusahaan yang berbeda.
   Saat menjelang Natal kita semua mendapatkan jatah libur Minggu dan Senin. Bingung, libur mau apa? Tiba-tiba temanku berkata "Ke Merapi aja kita!" aku yang mendengarnya langsung mengiya kan, karena memang dasarnya saya tidak diperbolehkan orang tua untuk mendaki pada saat-saat itu, "mumpung jauh dari rumah" Itu yang ada di pikiranku, tapi rencana ini sangat mendadak menjelang sehari keberangkatan. Awalnya kita mengajak ke dua orang teman kami tapi mereka malah mudik, ya akhirnya berangkat lah kita hanya sepasang.
   Perjalanan dimulai pada tanggal 25 dari kos-kosan kami sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan motor Honda Beat *tidak bermaksud promosi* menuju Selo, mengandalkan google maps kami sempat nyasar dibuatnya, untung ada ibu-ibu yang sedang nyawah mau menjawab pertanyaan kami soal jalan, Terima kasih, Buu!!! Masih di perjalanan berpapasan lah kami dengan bapak-bapak yang mobilnya mogok, mau bantu nggak thau mesin, akhirnya ya jalan terus aja timbang sok tahu jadi malu? Jam 12.30 WIB kita sampai di basecamp istirahat sekitar setengah jam sembari melakukan registrasi.
   13.00 WIB perjalanan pun dimulai. dengan perlengkapan yang kami bawa adalah satu buah tenda kapasitas 3 orang, kompor portable, panci, teko, peralatan makan dan minum, sleeping bag satu buah, matras, power bank untuk penerangan, mie instan 4, air mineral 1, dan sebungkus makanan ringan. Kami melakukan pendakian dengan perbekalan-perbekalan tersebut, kami naik dari New Selo melewati jalan cor-coran yang munurut kami itu amat sangat menyiksa, tak berapa lama kami sadar mungkin sebotol air mineral tidak cukup sampai atas, beruntung lah kami bertemu seorang pendaki yang baru turun, kami tanyai di "apa ada sumber air di atas?" "Tidak, mas" Jawabnya, kami saling memandang dan kemudian sadar bahwa kami bukan onta yang bisa berjalan jauh tanpa air, turunlah kita lagi untuk membeli air, untung belum jauh jalannya. "Alhamdulillah" sambil menghela nafas.
   Lanjut lah kita setelah persediaan dirasa cukup. Karena kita hanya berdua dan ini merupakan pendakian pertama saya kami saling membantu satu sama lain jika ada yang merasa lelah harus beristirahat. Di sepanjang perjalanan menuju gerbang dari new selo kita sudah disuguhi pemandangan alam yang indah, sampai di gerbang kita istirahat sejenak mengambil nafas istilahnya sekitar 15 menit. Beranjak lah kami dari gerbang menuju pos 1, tak sengaja ditengah jalan bertemu lah kita dengan bapak-bapak asli Sulawesi yang besar di Papua dan tinggal di Jogja yang sempat berbincang dengan kami di basecamp ia naik bersama 3 temannya dan 1 anaknya berusia 6 tahun yang seorang tuna rungu dari lahir, tapi semangatnya sangat super luar biasa. Kami akhirnya bergabung dengan bapak itu. Di perjalanan kami saling bertukar cerita entah itu tentang pengalaman mendaki atau kehidupan pribadi, hingga di ajak mendirikan tenda bersebelahan. Tapi pada akhirnya karena perbedaan jalur kita terpisah, beliau melewati jalur kartini sedangkan kami lewat jalur yang lain karena tidak tahu, akhirnya ya nggak jadi bikin tenda sebelahan, padahal kita sempat diberi kacang hehehe....
   Setelah perpisahan dengan bapak itu kita lanjutkan perjalanan dari pos 1 ke pos 2 dengan jalan yang berbatu dan cukup menanjak dengan berselimut kabut tpis dan hawa dingin gunung yang sedikit demi sedikit mulai mengelus jiwa. Di pos 2 kami tidak berhenti terlalu lama takut terlalu malam sampai di pos 3, karena target kami ngecampnya di pos 3 Psar Bubrah, dan alhamdulillah target tersebut tercapai, sekitar pukul 6 kita sampai di pos 3 dengan kabut yang sudah mulai menebal dan hembus angin yang sangat kencang, bergegas lah kita mendirikan tenda, tak lama saat kami berusaha memegangi tenda agar tidak terbawa angin yang sudah mulai menggila datang lah seorang lelaki sendirian baru sampai juga, karena sendirian sudah pasti sangt sulit mendirikan tenda dengan angin yang sangat gilanya, berhubung tenda kami hampir jadi dan dia meminta bantuan aku berusaha membantu semampuku, meski hanya sebatas memegangi biar nggak kebawa angin, saat kutanya dari mana asalnya ternyata dia anak pondokan dari Solo, santri ternyata dia. Tenda telah di bangun masuk lah kita. Di tengah hawa dingin Gunung Merapi dan dengan hembusan angin yang tidak pelan melewati tenda tua yang udah mulai bolong-bolong sepiring berdua indomie goreng terasa sangat istimewa.
   Setelah melewati malam yang dingin tersebut keesokan paginya kami berkesempatan melihat sunrise Gunung Merapi yang begitu indahnya. Merasa bersyukur atas nikmat alam yang diberikan oleh-Nya, hampir air mata ini menetes. Meski pendakian kami tidak sampai puncak hanya sampai Pasar Bubrah kami sudah sangat senang setelah puas mengabadikan momen kami pun bergegas turun.
   Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan ini seperti bersyukur atas rahmat yang diberikan oleh yang kuasa kepada kita, berperilaku baik pada sesama manusia, menghargai orang lain, saling tolong menolong, lebih menghargai hidup ini. Ya seperti itulah gambaran saya mengenai perjalanan ini kurang lebihnya mohon dimaafkan. Terima kasih.

Destinasi Wisata Karimunjawa 2

Destinasi Wisata Karimunjawa 2
   Ini adalah edisi ke dua saya membahas tentang destinasi wisata di Karimunjawa, setelah di postingan yang pertama saya membahas 3 destinasi wisata di Karimunjawa sekarang saya akan membahas sisanya, kita mulaikan saja dari yang pertama!


Pantai Tanjung Gelam

   Pantai Tanjung Gelam merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Karimunjawa, pantai ini terletak di pulau utama Karimunjawa yang dapat ditempuh dengan sangat mudah dengan kendaraan bermotor. Jika mau dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Karimunjawa, pantai ini adalah salah satu yang terbaik, dengan hamparan pasir putih yang halus, kumpulan terumbu karang yang nampak dari permukaan air yang jernih, deretan pohon kelapa yang menjorok ke laut seolah-olah melambai, dan juga sunset yang sangat menakjubkan untuk menemani kehangatan di waktu sore menjelang malam. Keindahan Pantai Tanjung Gelam ini memang tiada tara.

Pulau Menjangan Kecil

   Biasa disebut oleh warga sekitar dengan sebutan Spot Maer, pulau ini merupakan spot snorkling di kepulauan Karimunjawa, pulau Menjangan Kecil dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit dari pulau Karimunjawa, sepanjang perjalanan anda akan disuguhi hamparan laut yang jernih, biru, dan luas, dan juga ikan-ikan yang menari-nari disekitar perahu teman-teman.

   Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit tersebut teman-teman bisa langsung mencoba dan menikmati bagaimana sensasinya snorkling dipulau ini, teman-teman akan merasakan sensasi yang berbeda dengan tempat lain, disini teman-teman bisa sangat dekat dengan ikan-ikan disin, bahkan seakan-akan bisa mengajak bicara ikan-ikan itu, tapi kalau ikan-ikannya ikut ngomong jangan kaget :D. Tidak hanya dengan ikan-ikan saja terumbu karang disini juga sangat indah, meski sangat indah kita tidak diperbolehkan membawanya pulang karena itu merupakan kekayaan alam yang harus tetap dijaga dan dilestarikan kelangsungan hidupya, karena punahnya satu spesies saja dapat mengganggu kelangsungan hidup banyak spesies, jadi mari kita lestarikan alam ini.


Tracking Mangrove

   Disebut oleh warga lokal dengan hutan bakau, tempat wisata ini terletak di pulau Kemojan yang berbatasan langsung dengan pulau Karimunjawa. Tempat ini dapat diakse dengan kendaraan bermotor, namun meskipun dapat diakses dengan kendaraan jalan menuju tempat ini tidak begitu semudah kedengarannya, karena teman-teman harus melewati jalan yang berkelak-kelok dan rusak sepanjang 12km dari alun-alun Karimunjawa.

   Tempat ini ditujukan khususnya bagi kalian yang suka akan keadaan alam yang masih asri dan mau belajar untuk melestarikan alam sekitar. setibanya disini teman-teman akan disambut denga jembatan panjang yang di sekitarnya tumbuh tumbuhan bakau, salah satu jenis bakau di hutan bakau Karimunjawa adalah jenis bakau yang sudah langka di dunia yaitu schipiphora hydrophilaceae, waru laut atau malvaceae, Mangrove getah atau luphorbiaceae, Mangrove tingen atau rhizophoraceae, Mangrove duduk atau combretaceae dan Mangrove pedada lanang atau sonneratiaceae dari sekitar 45 jenis yang termasuk dalam 25 family. Tanaman bakau ini perannya sangat penting bagi ekosistem yang ada di pantai selain sebaai tempat tiggal dari beragam jenis binatang yang bertempat tinggal dan mencari makan disana juga sebagai pencegah dari terjadinya abrasi, inilah sebabnya tanaman ini sangat perlu untuk dilestarikan.


   Sampai disini bahasan saya tentang Karimunjawa intinya adalah tempat-tempat indah ini merupakan anugerah dari Sang Kuasa, kita sebagai manusia hendaklah menikmati anugerah tersebut sambil menjaganya dan melestarikannya. Karena jika kita menjaga alam maka alam juga akan menjaga kita.

Destinasi Wisata Karimunjawa

Destinasi Wisata Karimunjawa
   Di pulau Karimunjawa tentunya pati banyak sekali destinasi wisata yang amat menarik. Karimunjawa terkenal dengan keindahan alamnya yang masih asri dan belum banyak disentuh oleh tangan-tangan manusia. Di dalam artikel kali ini saya mau membahas beberapa tempat-tempat wisata yang sudah saya sebutkan di artikel sebelumnya.


Kolam Penangkaran Hiu

   Destinasi wisata penangkaran hiu ini terletak di salah satu gugusan pulau di Karimunjawa, yaitu pulau Menjangan Besar. Penangkaran hiu di Karimunjawa ini rata-rata dimiliki oleh perseorangan, di sini setiap orang berhak mempunyai penangkarannya sendiri dengan syarat memiliki kolam sendiri dan tentu saja yang terpenting tidak merusak ekosistem dari hiu-hiu tersebut

   Ada beberapa tempat selain di pulau Menjangan Besar yang menyediakan kolam untuk berenang dengan hiu-hiu ini, antara lain di penginapan Wisma Apung(khusus untuk wisatawan yang menginap di sini) di sini hiu yang dipelihara ukurannya lumayan besar, tapi jangan takut dimakan, itu tidak akan terjadi. yang satu lagi ada di penginapan Asri Dusun Alang-Alang Karimunjawa, di sini hiunya relatif berukuran lebih kecil.

Pulau Gosong

   Teman-teman jangan berfikir karena nama pulau ini gosong maka semua hal yang ada di sini berwarna hitam seperti gosong terbakar,justru malah sebaliknya, sebenarnya pulau gosong adalah semacam gundukan pasir, pulau Gosong hanya akan terlihat ketika air sedang surut saja jika air sudah mulai pasang maka pulau ini akan menghilang seperti ditelan lautan, keren bukan?

Pulau Cilik

   Pulau Cilik atau Jawa Cilik merupakan pulau yang terletak di sebelah timur laut pulau Karimunjawa dengan luas sekitar 2 hektar. Teman-teman bisa menemui sejuta keindahan sebuah pulau di pulau ini, dari mulai pasir putih bersih halus di sepanjang bibir pantai, laut yang jernih, aneka biota laut dan terumbu karang, pepohonan yang rindang di sepanjang pantai. Teman-teman juga bisa berjalan-jalan ke tengah laut menggunakan perahu dan juga akan disuguhi pemandangan bawah laut yang sangat indah, bukan hanya sekedar melihat saja di sini bagi teman-teman yang bisa snorkling tidak ada salahnya jika mencoba untuk ber-snorkling ria di sini bersama dengan ikan-ikan dan terumbu karang yang amat cantik.

   Untuk artikel pembahasan destinasi wisata Karimunjawa sampai disini dulu, kita lanjut di postingan berikutnya.

Keindahan Pulau Karimunjawa

Keindahan Pulau Karimunjawa
   Baiklah kali ini saya akan membahas tentang Karimunjawa, karena berhubung saya adalah orang Jepara asli saya akan membahas Karimunjawa dengan detil, atau mungkin sekedar yang saya tahu saja Hehehe....


   Saya akan mulai dari Pengenalan tentang karimunjawa dulu. Karimunjawa merupakan sebuah gugusan pulau yang indah di sebelah utara pulau Jawa yang masih merupakan bagian dari kabupaten Jeparap. Dengan luas sekitar 1.500 hektar dengan pesona alam yang luar biasa, bisa dibilang Karimun adalah Bali keduanya Indonesia.


   Menurut legenda Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria, alkisah Sunan Muria sedang prihatin dengan kenakalan anaknya, ia menyuruh anaknya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria untuk memperdalam ilmu agamanya, krena pulau tersebut kremun-kremun maka diberi nama pulau “Karimun”. Dan ada juga mitos yang mengatakan jika seseorang dari luar pulau yang mengunjungi pulau Karimun dan membawa pulang Kayu Dewandaru dari pulau Karimun maka dia tidak akan selamat saat dia pulang nantinya. Kayu Dewandaru merupakan jenis kayu yang hanya bisa ditemukan di Karimunjawa, entah mitos ini benar atau tidak tapi begitulah yang dipercayai mesyarakat Karimun dan Jepara. Terlepas dari mitos tersebut Karimunjawa adalah pulau yang sangat mempesona, jadi jangan takut dan ragu untuk mencoba traveling ke Karimunjawa.


   Ada beberapa destinasi wisata di Karimunjawa, yang mungkin semuanya merupakan destinasi wisata alam, diantaranya adalah Penangkaran Hiu, disini kalian bebas bersama dengan hiu-hiu jinak, jadi jangan khawatir dimakan ya.. Ada juga yang namanya Pulau gosong, Pulau Kecil, Pantai Tanjung Gelam, Pulau Menjangan Kecil, Bukit Love, Pulau Geleang, Pulau Cemara Kecil, dan Bukit Joko Tuo. Tapi yang pasti tempat-tempat wisata tadi dijamin keren abis, apalagi kalau dibuat selfie terus dipamerin ke temen-temen yang lain, pasti pada ngiri deh.

Pages